Konsep Pendidikan Seni
Sebelum menuju ke pembahasan apa itu konsep pendidikan seni , yang di bahas disini adalah pendidikan seni yang subtansinya merujuk pada apa dan seperti apa pendidikan seni dilakukan.
lalu apakah yang dimaksut seni itu, menurut masyarakat seni itu sebagai sebuah keindahan, seni sebagai sarana komunikasi, seni sebagai hiburan, seni sebagai imitasi, seni sebagai ekpresi. untuk pembahasan lebih jelas dan lengkapnya akan saya bahas lain waktu.
Sekarang kembali pada apa itu Konsep pendidikan seni itu?, Konsep pendidikan seni itu adalah pendidikan yang menggunakan seni sebagai kajianya. apabila diurai bisa menjadi dua bahasan yang pertama apa itu apa itu pengertian pendidikan dan apa itu pengertian seni.
Apa itu Pendidikan ? Pendidikan itu adalah usaha sadar menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran.
Apa itu seni? Seni adalah kegiatan yang menghasikan seni dengan metode imitasi ataupun dengan metode ekpresi
Apa itu seni? Seni adalah kegiatan yang menghasikan seni dengan metode imitasi ataupun dengan metode ekpresi
dengan demikian pendidikan seni adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan dan pengajaran sesuai dengan peran yang di dalaminya.
seiring berkembangnya waktu sistem pendidikan yang pada hakekatnya sederhana seperti orang tua mendidik anaknya, keterampilan berburu yang di ajarkan orang tua zaman dahulu berkembang menjadi sistem pendidikan akademik. meskipun demikian sistem pendidikan (aprentisip) atau sistem pendidikan sederha masih ada hingga sekarang keduanya berkembang berdampingan.
Konsep Penularan Seni
Konsep pertama yaitu aprentisip , konsep ini adalah penularan langsung dari sang master kepada cantrik atau bakal calon seniman hal ini bisa disebut dengan nyantrik, seorang cantrik akan menuruti perintah dan petunjuk dari sang master dengan suka cita . secara singkat sistem aprentisip ini adalah penularan dari master keq;pada apretis, kemahiran yang dimiliki master biasanya dibdapat dari bakat yang di asah secara otodidak sehingga lulusan dari metode mengajar aprentisip dari master satu dengan master yang lain akan berbeda pandangan dan memiliki karakteristik sendiri sendiri yang spesifik. proses penularan seni melalui konsep aprentisip biasanya dimulai dari pengenalan terhadap bahan yang digunakan oleh master kemudian cara menggunakan kemudian cara merawat dan menuju kepada penularan berkarya .
Diindonesia sendiri metode aprentisip ini masih berlaku di beberapa daerah contohnya bali , namun di sini tidak hanya untuk mencari ilmu saja namun juga sebagai pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan , metode yang di gunakan aprentis sama seperti metode di eropa dengan aprentis menyiapkan bahan dan alat kemudian di kulai dengan penggemblengan mental.
Pewarisan dengan Sistem Akademik
Sistem akademik ini pertama di gagas oleh para kepala negara (Raja) juga pemimpin agama karena merasa bertanggung jawab atas kelangsungan hidup para seniman, karena tugas inilah negara dan gereja mendapat sebutan patron(pelindung) kemunculan pewarisan secara akademik disini bukan bermaksut untuk menghilangakan sistem aprentisip keduanya berdampingan dengan baik dimasa itu, sistem aprentisip adalah pendidikan non formal yang dimiliki perorangan sedangkan akademik adalah pendidikan formal dengan pemilik raja atau penguasa negara.
contoh akademi seni di indonesia adalah ASRI (akademi seni rupa indonesia) yang merupakan cikal bakal institut seni indonesia (ISI) sistem yang di gunakan lembaga akademik yaitu mengikat dan memiliki tujuan tujuan yang harus di capai, dalam mengajar mereka berpedoman pada pedoman bahan ajar yanh sering kita sebut sekarang ini yaitu kurikulum.
dalam penyusunan kurikulum disini memiliki perbedaan dengan pewarisan aprentisip, para pakar seni dan pakar pendidikan menyusun kurikulum dengan mengedepankan pendekatan nalar ketimbang rasa yang bertujuan untuk perubahan prilaku yang mrliputi ranah kognisi(pengetahuan seni),afeksi(kesadaran artistik), psikomotorik(keterampilan artistik) oleh karena itu seorang pengajar seni harus memiliki kemampuan ganda , menguasai praktek berkesenian juga teori seni.
baca juga :cara internet-gratis-psiphon
Pewarisan
dengan sistem Sanggar
Sanggar memiliki
pengertian tempat, atau rumah yang dijadikan tempat berkumpul untuk saling
tukar-menukar pengalaman. Karena di tempat dimana berlangsung kegiatan-kegiatan
yang dilakukan oleh sejumlah orang secara bersama, maka kepada sanggar
diberikan sebutan kelompok kerja. (Soehardjo, 2005:17). Sistem sanggar adalah
sistem pendidikan yang serupa dengan sistem pendidikan akademik namun sistem
sanggar adalah sistem pendidikan non formal, Komponen dari sistem Sanggar
antara lain Guru: anggota sanggar yang dianggap memiliki kemampuan untuk
membagikan ilmu yang ia miliki. Proses pendidikanya
pun sesuai kesepakatan, niat, dan keahlian masing masing anggotanya.
Adapun sistem sanggar memiliki
komponen seperti berikut:
yang pertama adalah Siswa,
siswa adalah anggota sanggar yang menginginkan untuk belajar dan bertukar
pengalaman serta pengetahuannya.
Yang kedua adalah Materi, materi yang diajarkan berdasarkan
keinginan dan kemampuan anggota sanggar itu sendiri biasanya di bentuk kelompok
kelompok kecil untuk menentukan kegiatan bersama.
Di dukung oleh Fasilitasatau tempat pembelajaran seni berlangsung adalah
bengkel seni atau studio seni biasanya milik individu masing masing.
Yang terakhir yaitu Tujuan menularkan kemampuan seni yang dimiliki
kepada anggota kelompok sanggar tersebut.
Sistem Otodidak
Otodidak berarti
mendidik diri sendiri, belajar tanpa guru atau dengan guru informal.
(Soehardjo, 2005:19).
Adapun Komponen dari sistem
Otodidak antara lain;
Yang utama yaitu seseorang yang ingin menjadi seniman dengan cara
belajar sendiri tanpa guru atau guru informal biasanya dengan mencari sumber
pembelajaran dari buku ataupun internet.
Yang kedua yaitu seseorang yang ingin menjadi seniman dengan cara
belajar sendiri.
Mencari danmempelajari Materi materi yang diajarkan berdasarkan
apa yang ingin dipelajari oleh seniman itu sendiri Bersumber dari guru informal
maupun dari media-media yang ada di masyarakat.
daftar pustaka
A.J.Soehardjo,2012,Pendidikan Seni:Dari Konsep Sampai Program,jl.Bukit Barisan No 23 Malang,Bayumedia Publishing
Post a Comment